Pulau Kepayang

Pulau Kepayang Merupakan salah satu gugusan pulau yang berada di Desa Tanjung Binga. Dapat dicapai dengan menggunakan boat nelayan kira-kira 15 menit dari obyek wisata Tanjung Kelayang.Selain dijadikan Pusat Konservasi Penyu dan Program Rehabilitasi Penanaman Terumbu Karang baru. Tempat ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas berupa cottage, restoran yang penataannya disesuaikan dengan situasi alam setempat. Kondisi Pulau dikelilingi batu-batu granit besar serta rimbunan pepohon kelapa dan fauna lainnya membuat suasana terasa lebih romantis. Tak jarang tempat ini dijadikan sebagai tempat bulan madu bagi pasangan yang baru menjalani perkawinan.

Pulau Berlayar

Pulau Batu Belayar adalah Sebuah pulau kecil dimana pada bagian tengah pulau berdiri beberapa buah batu granit besar tersusun rapi diatas pasir putih yang dikelilingi air laut nan jernih. Tempat ini mudah dicapai menggunakan kendaraan boat nelayan sekitar 10 menit dari Pantai Tanjung Kelayang. Bila air laut pasang maka seluruh permukaan pulau tersebut akan digenangi air laut dan saat itulah keunikan batu-batu itu seakan tampak seperti sedang berlayar. Ketika air laut surut pengunjung dapat singgah dan berjalan-jalan sambil berphoto. Kegitan lain yang dapat dilakukan disini adalah snorkeling juga menyelam karena disekitar terdapat spot-spot wisata bawah lautnya banyak terdapat beragam terumbu karang dan jenis ikan.

Pulau Burung

Bila mengunjungi Pulau Lengkuas tak lengkap jika tidak singgah di Pulau Burung. Pulau ini menyimpan batu-batu unik salah satunya menyerupai kepala burung.Pulau ini tidak terlalu besar namun banyak ditumbuhi pepohonan yang dijadikan tempat bagi burung elang dan camar laut untuk bersarang. Keadaan lingkungannya jauh dari hiruk pikuk kota sehingga tempat tersebut sangat ideal sebagai tempat pelarian dari rutinitas kesibukan sehari-hari. Pasir Pantai yang putih bersih dan air yang jernih cocok untuk berenang dan menyelam. Lokasi mudah dicapai sekitar 20 menit dengan boat dari Tanjung Kelayang atau dari pelabuhan nelayan Desa Tanjung Binga.

Museum Kata Andrea Hirata

Datang ke museum ini, pengunjung akan diajak menapaktilasi perjalanan novel Laskar Pelangi. Mulai dari cuplikan halaman per halaman novel laris tersebut hingga diangkat menjadi sebuah film yang sangat laris di Indonesia.

Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Suasana yang disajikan novel Laskar Pelangi langsung terasa ketika menginjakkan kaki di halaman depan museum. Foto-foto yang dipasang di halaman museum seperti bercerita mengenai perjalanan karya sastra yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Belitung ini.

Masuk ke dalam museum dan suasana itu semakin terasa. Di ruang ini, dapat dilihat foto-foto sang penulis dengan kalimat-kalimat inspiratif. Salah satunya adalah yang bertuliskan “Bermimpilah karena Tuhan anak memeluk mimpi-mimpimu”. Selain itu, juga terdapat cuplikan dari novel yang telah diterbitkan dalam berbagai bahasa ini.

Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan disambut dengan sebuah ruang yang sangat nyaman, lengkap dengan meja beserta buku-buku yang dibiarkan berserakan di atas meja. Di ruangan ini, juga dipajang foto-foto adegan film Laskar Pelangi. Cover-cover Laskar Pelangi yang diterbitkan di berbagai negara juga menghiasi dinding ruang ini.

Ruang utama ini menjadi penghubung ke ruang-ruang yang diberi nama berdasar nama-nama tokoh dalam Laskar Pelangi. Ruang pertama adalah Ruang Ikal. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat cuplikan novel yang menggambarkan sosok Ikal. Foto adegan ketika Ikal berpisah dengan Lintang pun menjadi pemandangan yang menarik di ruang ini. Foto ini diambil dari film yang disutradarai Riri Reza.

Di sebelah Ruang Ikal, terdapat Ruang Lintang. Lintang merupakan sosok cerdas yang dibanggakan teman-temannya. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto tokoh Lintang yang diambil dari film Laskar Pelangi. Di antaranya adalah foto Lintang dengan sepeda kesayangannya dan foto Lintang saat berboncengan dengan Ikal.

Selain itu, terdapat satu ruang lain yang letaknya agak terpisah dengan Ruang Lintas dan Ruang Ikal. Ruang tersebut adalah Ruang Mahar. Mahar dikenal sebagai sosok nyentrik yang menyukai berbagai bentuk kesenian. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto seniman yang menjadi inspirasi Mahar, salah satunya adalah Rhoma Irama.

Setelah melewati ruang Mahar, pengunjung akan sampai ke Ruang Dapur. Di ruang ini, pengunjung akan melihat sebuah dapur yang diubah menjadi warung kopi. Warkop Kopi Kuli, begitulah papan yang ditempel pada dinding di ruang ini. Di sini, pengunjung dapat memesan kopi sebagai teman bersantai atau berbincang-bincang menikmati suasana museum.

Museum ini didirikan oleh sang penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Untuk masuk ke museum yang diresmikan pada Bulan November 2012 ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.

Museum Kata Andrea Hirata menjadi museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berkunjung ke museum ini bisa membuat pengunjung mengenal bagaimana karya sastra menjadi bagian penting bagi kehidupan. Dari museum ini, pengunjung bisa mendapatkan inspirasi untuk lebih mencintai karya sastra, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

SD Laskar Pelangi

Sekolah ini menjadi bagian penting dari film Laskar Pelangi. Di sinilah lokasi syuting 10 anak-anak laskar pelangi menimba ilmu dengan penuh suka cita bersama ibu guru mereka, Ibu Muslimah.

Memasuki halaman sekolah ini, kita bisa melihat sebuah bangunan sekolah yang sudah usang. Atap yang berbahan seng serta bangunan yang terbuat dari kayu menjadi ornamen yang membentuk bangunan yang terletak di tengah tanah lapang beralaskan pasir putih ini.

Papan nama SD Laskar Pelangi masih terlihat di sekolah begitu kita mendekati bangunan ini. Memasuki ruang-ruang kelas, kita akan disajikan pemandangan meja dan bangku-bangku kayu yang digunakan anak-anak laskar pelangi belajar. Seperti yang tergambar dalam salah satu film terlaris di Indonesia ini, ruang kelas di SD Muhamadyah Gantong ini terlihat begitu sederhana. Dinding yang terbuat dari kayu dan lantai beralaskan pasir menjadi latar dari ruang kelas.

Berjalan ke bagian belakang sekolah ini, kita bisa melihat bagian-bagian lain dari sekolah ini. Di antaranya, kamar mandi dan surau sederhana yang digunakan anak-anak laskar pelangi belajar agama. Tidak jauh dari surau, terdapat sumur yang digunakan sebagai tempat mengambil wudhu.

Kita juga bisa melihat dua tiang penyangga dari kayu yang digunakan untuk menopang bangunan SD yang berlokasi di Kawasan Gantong ini. Kayu ini masih terlihat begitu kokoh menopang bangunan yang terletak tidak jauh dari Museum Kata ini.

Berkeliling di SD Muhamadyah Gantong ini kita seperti menapak tilas kesuksesan film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata. Bagian-bagian ruang yang menjadi latar belakang film masih bisa kita lihat sama seperti ketika digunakan untuk lokasi syuting film yang mengangkat keindahan Pulau Belitung ini.

Pulau Pasir

Pulau Pasir hanya merupakan hamparan pasir yang tidak mempunyai pohon maupun batu-batu seperti tempat-tempat wisata lainnya.Namun keberadaannya selalu mendapat tempat dihati wisatawan karena keunikannya.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas adalah nama sebuah pulau dan masih berdiri tegak menara mercusuar yang dibangun pada masa Kolonial Belanda tahun 1882.Sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai pemandu kapal yang masuk dan keluar melalui pelayaran laut Tanjung Binga dan sekitarnya. Untuk melengkapi kesan yang mendalam kepada wisatawan, petugas akan senantiasa mempersilahkan naik ke menara. Dari atas menara dengan ketinggian 70 m, wisatawan dapat melihat panorama laut paling menakjubkan dipastikan akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan. Disekitar pulau ini terdapat taman-taman laut dengan keaneka ragaman biota lautnya. Lebih menarik lagi terdapat kapal “Indomarine” yang tenggelam sekitar tahun 1990.

Pantai Bukit Berahu

Pantai Bukit Berahu terletak di Desa Tanjung Binga, 18 km dari Kota Tanjungpandan. Pantai ini memiliki sebuah restoran diatas bukit, sambil menikmati makanan anda dapat melihat pemandangan cantik nan mempesona. Dilengkapi kolam renang serta cottage yang bersih dan nyaman berada ditepi pantai sehingga membawa suasana sejuk dan menyenangkan.

Pantai Penyabong

Di sebelah selatan Belitung, tepatnya di kawasan Membalong, dapat ditemukan beberapa pantai yang indah. Salah satu pantai yang wajib dikunjungi di kawasan ini adalah Pantai Penyabong.Pemandangan hijaunya pepohonan dan bukit-bukit dapat disaksikan di sepanjang perjalanan menuju Pantai Penyabong. Pengunjung juga dapat melihat pemandangan Batu Baginde yang berdiri kokoh di pinggir jalan menuju Pantai Penyabong.Pemandangan pulau-pulau yang berada di tengah laut menjadi sajian yang indah di pantai ini. Salah satu pulau yang bisa dilihat dari sini adalah Pulau Belatuk yang bentuknya memanjang dan ditumbuhi pepohonan yang hijau.Menaiki batu granit dan melihat laut lepas menjadi hal yang menyenangkan di pantai ini. menikmati hembusan angin dan sejuknya suasana pantai membuat pengunjung ingin berlama-lama berada di pantai ini.Nama “penyabong” berasal dari kata “penghubung”. Pemberian nama ini berdasarkan batu-batu granit yang berada di sini. Batu-batuan itu saling bersambungan dan terhubung satu sama lain.

Pantai Tanjung Pendam

Pantai Tanjung Pendam terletak di Kota Tanjungpandan dengan luas sekitar 22 hektar. Pantai ini berhadapan dengan Pulau Kalamoa,didalamnya ada tempat peribadatan masyarakat Thionghoa.Untuk memanjakan pengunjung tempat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas berupa :
1.Taman rekreasi
2.Panggung hiburan
3.Restoran
4.Pasar seni
5.Arena olah raga
6.Shelter dan fasilitas lainnya.
Tanjung Pendam Hampir tiap hari selalu ramai dikunjungi wisatawan sekedar untuk relax, membeli makanan, souvenir dan berphoto ria.Beragam kegiatan selalu ditampilkan di tempat ini, mulai dari festival budaya, festival band, festival layang-layang sampai even olahraga. Menjelang senja kita dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan yaitu matahari kembali keperaduannya, tidak heran wisatawan yang datang tidak mau melewatkan begitu saja peristiwa ini.