Vihara Dewi Kwan Im

Ini adalah tempat ibadah umat Budha yang sudah berdiri selama kurang lebih 300 tahun lamanya. Berjarak 58,5 km dari Bandara H AS Hanandjoeddin, vihara ini terletak di daerah perbukitan di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar.

Bangunan ini dibangun mengikuti kontur tanah yang ada sehingga akan ditemukan batu besar di dalam vihara ini. Untuk mencapai ruang utama, yaitu ruang ibadah, pengunjung harus menaiki sebanyak 83 anak tangga.

Di dalam area ibadah ini terdapat semua benda-benda yang digunakan untuk beribadah, termasuk patung Buddha yang terletak di altar dan lukisan Dewi Kwan Im. Kwan Im adalah dewi tertinggi dalam kepercayaan Budha.

Mereka juga dapat memenuhi rasa keingintahuan tentang bagaimana masa depan mereka nantinya. Dari teras atas, pengunjung dapat menikmati pemandangan menakjubkanyang mengarah ke laut yaitu pantai Burung Mandi.

Museum Kata Andrea Hirata

Datang ke museum ini, pengunjung akan diajak menapaktilasi perjalanan novel Laskar Pelangi. Mulai dari cuplikan halaman per halaman novel laris tersebut hingga diangkat menjadi sebuah film yang sangat laris di Indonesia.

Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Suasana yang disajikan novel Laskar Pelangi langsung terasa ketika menginjakkan kaki di halaman depan museum. Foto-foto yang dipasang di halaman museum seperti bercerita mengenai perjalanan karya sastra yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Belitung ini.

Masuk ke dalam museum dan suasana itu semakin terasa. Di ruang ini, dapat dilihat foto-foto sang penulis dengan kalimat-kalimat inspiratif. Salah satunya adalah yang bertuliskan “Bermimpilah karena Tuhan anak memeluk mimpi-mimpimu”. Selain itu, juga terdapat cuplikan dari novel yang telah diterbitkan dalam berbagai bahasa ini.

Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan disambut dengan sebuah ruang yang sangat nyaman, lengkap dengan meja beserta buku-buku yang dibiarkan berserakan di atas meja. Di ruangan ini, juga dipajang foto-foto adegan film Laskar Pelangi. Cover-cover Laskar Pelangi yang diterbitkan di berbagai negara juga menghiasi dinding ruang ini.

Ruang utama ini menjadi penghubung ke ruang-ruang yang diberi nama berdasar nama-nama tokoh dalam Laskar Pelangi. Ruang pertama adalah Ruang Ikal. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat cuplikan novel yang menggambarkan sosok Ikal. Foto adegan ketika Ikal berpisah dengan Lintang pun menjadi pemandangan yang menarik di ruang ini. Foto ini diambil dari film yang disutradarai Riri Reza.

Di sebelah Ruang Ikal, terdapat Ruang Lintang. Lintang merupakan sosok cerdas yang dibanggakan teman-temannya. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto tokoh Lintang yang diambil dari film Laskar Pelangi. Di antaranya adalah foto Lintang dengan sepeda kesayangannya dan foto Lintang saat berboncengan dengan Ikal.

Selain itu, terdapat satu ruang lain yang letaknya agak terpisah dengan Ruang Lintas dan Ruang Ikal. Ruang tersebut adalah Ruang Mahar. Mahar dikenal sebagai sosok nyentrik yang menyukai berbagai bentuk kesenian. Di ruang ini, pengunjung dapat melihat foto-foto seniman yang menjadi inspirasi Mahar, salah satunya adalah Rhoma Irama.

Setelah melewati ruang Mahar, pengunjung akan sampai ke Ruang Dapur. Di ruang ini, pengunjung akan melihat sebuah dapur yang diubah menjadi warung kopi. Warkop Kopi Kuli, begitulah papan yang ditempel pada dinding di ruang ini. Di sini, pengunjung dapat memesan kopi sebagai teman bersantai atau berbincang-bincang menikmati suasana museum.

Museum ini didirikan oleh sang penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Untuk masuk ke museum yang diresmikan pada Bulan November 2012 ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.

Museum Kata Andrea Hirata menjadi museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berkunjung ke museum ini bisa membuat pengunjung mengenal bagaimana karya sastra menjadi bagian penting bagi kehidupan. Dari museum ini, pengunjung bisa mendapatkan inspirasi untuk lebih mencintai karya sastra, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.

SD Laskar Pelangi

Sekolah ini menjadi bagian penting dari film Laskar Pelangi. Di sinilah lokasi syuting 10 anak-anak laskar pelangi menimba ilmu dengan penuh suka cita bersama ibu guru mereka, Ibu Muslimah.

Memasuki halaman sekolah ini, kita bisa melihat sebuah bangunan sekolah yang sudah usang. Atap yang berbahan seng serta bangunan yang terbuat dari kayu menjadi ornamen yang membentuk bangunan yang terletak di tengah tanah lapang beralaskan pasir putih ini.

Papan nama SD Laskar Pelangi masih terlihat di sekolah begitu kita mendekati bangunan ini. Memasuki ruang-ruang kelas, kita akan disajikan pemandangan meja dan bangku-bangku kayu yang digunakan anak-anak laskar pelangi belajar. Seperti yang tergambar dalam salah satu film terlaris di Indonesia ini, ruang kelas di SD Muhamadyah Gantong ini terlihat begitu sederhana. Dinding yang terbuat dari kayu dan lantai beralaskan pasir menjadi latar dari ruang kelas.

Berjalan ke bagian belakang sekolah ini, kita bisa melihat bagian-bagian lain dari sekolah ini. Di antaranya, kamar mandi dan surau sederhana yang digunakan anak-anak laskar pelangi belajar agama. Tidak jauh dari surau, terdapat sumur yang digunakan sebagai tempat mengambil wudhu.

Kita juga bisa melihat dua tiang penyangga dari kayu yang digunakan untuk menopang bangunan SD yang berlokasi di Kawasan Gantong ini. Kayu ini masih terlihat begitu kokoh menopang bangunan yang terletak tidak jauh dari Museum Kata ini.

Berkeliling di SD Muhamadyah Gantong ini kita seperti menapak tilas kesuksesan film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata. Bagian-bagian ruang yang menjadi latar belakang film masih bisa kita lihat sama seperti ketika digunakan untuk lokasi syuting film yang mengangkat keindahan Pulau Belitung ini.

Pulau Pasir

Pulau Pasir hanya merupakan hamparan pasir yang tidak mempunyai pohon maupun batu-batu seperti tempat-tempat wisata lainnya.Namun keberadaannya selalu mendapat tempat dihati wisatawan karena keunikannya.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas adalah nama sebuah pulau dan masih berdiri tegak menara mercusuar yang dibangun pada masa Kolonial Belanda tahun 1882.Sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai pemandu kapal yang masuk dan keluar melalui pelayaran laut Tanjung Binga dan sekitarnya. Untuk melengkapi kesan yang mendalam kepada wisatawan, petugas akan senantiasa mempersilahkan naik ke menara. Dari atas menara dengan ketinggian 70 m, wisatawan dapat melihat panorama laut paling menakjubkan dipastikan akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan. Disekitar pulau ini terdapat taman-taman laut dengan keaneka ragaman biota lautnya. Lebih menarik lagi terdapat kapal “Indomarine” yang tenggelam sekitar tahun 1990.

Pantai Bukit Berahu

Pantai Bukit Berahu terletak di Desa Tanjung Binga, 18 km dari Kota Tanjungpandan. Pantai ini memiliki sebuah restoran diatas bukit, sambil menikmati makanan anda dapat melihat pemandangan cantik nan mempesona. Dilengkapi kolam renang serta cottage yang bersih dan nyaman berada ditepi pantai sehingga membawa suasana sejuk dan menyenangkan.

Pantai Penyabong

Di sebelah selatan Belitung, tepatnya di kawasan Membalong, dapat ditemukan beberapa pantai yang indah. Salah satu pantai yang wajib dikunjungi di kawasan ini adalah Pantai Penyabong.Pemandangan hijaunya pepohonan dan bukit-bukit dapat disaksikan di sepanjang perjalanan menuju Pantai Penyabong. Pengunjung juga dapat melihat pemandangan Batu Baginde yang berdiri kokoh di pinggir jalan menuju Pantai Penyabong.Pemandangan pulau-pulau yang berada di tengah laut menjadi sajian yang indah di pantai ini. Salah satu pulau yang bisa dilihat dari sini adalah Pulau Belatuk yang bentuknya memanjang dan ditumbuhi pepohonan yang hijau.Menaiki batu granit dan melihat laut lepas menjadi hal yang menyenangkan di pantai ini. menikmati hembusan angin dan sejuknya suasana pantai membuat pengunjung ingin berlama-lama berada di pantai ini.Nama “penyabong” berasal dari kata “penghubung”. Pemberian nama ini berdasarkan batu-batu granit yang berada di sini. Batu-batuan itu saling bersambungan dan terhubung satu sama lain.

Pantai Tanjung Pendam

Pantai Tanjung Pendam terletak di Kota Tanjungpandan dengan luas sekitar 22 hektar. Pantai ini berhadapan dengan Pulau Kalamoa,didalamnya ada tempat peribadatan masyarakat Thionghoa.Untuk memanjakan pengunjung tempat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas berupa :
1.Taman rekreasi
2.Panggung hiburan
3.Restoran
4.Pasar seni
5.Arena olah raga
6.Shelter dan fasilitas lainnya.
Tanjung Pendam Hampir tiap hari selalu ramai dikunjungi wisatawan sekedar untuk relax, membeli makanan, souvenir dan berphoto ria.Beragam kegiatan selalu ditampilkan di tempat ini, mulai dari festival budaya, festival band, festival layang-layang sampai even olahraga. Menjelang senja kita dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan yaitu matahari kembali keperaduannya, tidak heran wisatawan yang datang tidak mau melewatkan begitu saja peristiwa ini.

Pantai Tanjung Kelayang

Pantai Tanjung Kelayang merupakan salah satu obyek wisata pantai yang terdapat di wilayah Kecamatan Sijuk. Tempat ini selalu menjadi tujuan favorit wisatawan. Jarak Tanjung Kelayang dari Pusat Kota Tanjungpandan 27 km, ada hal yang menarik dari pantai ini yaitu, tampak dengan jelas ditengah laut batu Kepala Burung Garuda yng merupakan maskot Pantai Tanjung Kelayang, berikut keanekaragaman letak posisi batu yang terkesan unik dan menarik. Setiap tahun pada bulan Oktober pantai Tanjung Kelayang dijadikan pusat titik labuh kapal layar para yachter yang tergabung dalam kegiatan Sail Indonesia. Di Pantai Tanjung Kelayang terdapat cottage yang bangunannya disesuaikan dengan kondisi alam sebagai tempat wisatawan menginap dan bermalam disana. Disamping itu sudah berdiri Amphiteather, sebuah bangunan megah yang dapat dipergunakan untuk pertunjukan kesenian dan kegiatan lain.

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu pantai yang sangat indah, sering dijadikan tempat syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang diangkat dari novel fenomenal karya anak muda Pulau Belitung Andrea Hirata.
Jarak tempuh dari pusat kota Tanjungpandan 30 km. Disepanjang pesisir pantai berpasir putih bersih dihiasi batu-batu besar tertata rapi secara alam, membuat panorama sekitar sangat mempesona dan mengagumkan atas Kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Keistimewaan lain, mempunyai ombak yang tenang air yang bersih aman untuk berenang dan berperahu.
Tak heran pantai ini selalu ramai dikunjung apalagi pada hari libur. Untuk mengenang kunjungan ketempat ini jangan lupa menyempatkan diri untuk berfoto dengan latar belakang papan yang bertuliskan “lokasi syuting film Laskar Pelangi”.