Antu Bubu

Antu bubu berupa permainan yang dulunya digelar pada waktu yang khusus, hanya untuk orang dewasa tidak diperkenankan bagi anak-anak. Kesenian Antu Bubu adalah manifestasi dari kebiasaan masyarakat untuk menangkap ikan yang menggunakan bubu. Sedangkan bubu itu sendiri adalah alat untuk menangkap ikan yang terbentuk dari jalinan bambu. Dalam penggunannya bubu biasanya diletakkan di tempak yang biasanya banyak terdapat ikan, ketika ikan masuk ke dalam bubu tersebut maka akan terperangkap sehingga tidak bias keluar. Sehingga jika beruntung akan mendapat ikan.

Mengenai sejarah Antu Bubu ini, bermuasal dari cerita mengenai seseorang yang bernama Yunus, beliau memiliki kebiasaan menangkap ikan dengan bubu. Meskipun bubu telah dipasang berhari-hari namun tidak satu ekor pun ikan terperangkap, timbullah kecurigaan di hati beliau. Akhirnya dengan kesaktian yang dimiliki, akhirnya diketahui oleh pak Yunus. Ternyata, ada seorang yang jahil mencuri ikan, bernama Sumadim. Tragisnya Sumadim meninggal dan jenasahnya tergeletak di tempat Pak Yunus memasang Bubu, dan arwahnya bergentayangan. Akhirnya, oleh orang-orang pandai (dukun) diabadikan menjadi sebuah permainan dengan nama Antu Bubu, yang mana roh Sumadim selalu dipanggil untuk masuk keBubu, sementara yang melawan pun akan kerasukan pula. Sementara dalam permainan antu bubu pawanglah yang berperan penting dalam permainan ini, karena ia yang memimpin permainan ini. Demikianlah sampai saat ini kesenian Antu Bubu masih tetap ada dalam kebudayaan di daerah Belitung Timur.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *